Tidak tau kenapa saya ingin memulai blog ini dengan membahas performansi salah satu perusahaan rokok yang ada di Indonesia yaitu PT. Wismilak Inti Makmur. Berikut sejarah singkat mengenai PT Wismilak diambil dari sumber website resmi perusahaan tersebut. (http://www.wismilak.com)
PT. Wismilak Inti Makmur adalah holding Company PT. Gelora Djaja dan PT. Gawih Jaya. PT. Gelora Djaja (berdiri sejak 1962) adalah produsen kretek premium merek Galan, Wismilak serta Diplomat. Adapun distribusi produk WISMILAK ditangani oleh PT. Gawih Jaya, sejak tahun 1983 dan menjangkau seluruh nusantara. lewat kantor perwakilan, grosir, retailer,dan para pedagang kretek lainnya.
Wismilak merupakan industri rokok terkemuka Indonesia yang menghasilkan
sekitar tiga milyar batang sigaret kretek tangan, sigaret kretek mesin
dan cerutu. Didirikan pada tahun 1962, saat ini Wismilak memiliki 18 kantor cabang, 4
stock points dan 26 agents yang tersebar di seluruh pulau besar
Indonesia. Wismilak meraih sukses dengan ekuitas premium, manajemen
berpengalaman lebih dari 30 tahun, kapabilitas keuangan yang solid dan
tumbuh pesat, serta pasar rokok Indonesia yang menjanjikan. PT Wismilak Inti Makmur Tbk merupakan holding company dari PT Gelora
Djaja (produsen) dan PT Gawih Jaya (distributor). Dengan perjalanan
usaha selama lebih dari 50 tahun, Wismilak terus berkembang sebagai
perusahaan modern dengan terus mengembangkan teknologi, sumber daya
manusia dan upaya pemasarannya, guna mempertahankan posisinya sebagai
industri terkemuka.Berikut produk-produk yang dihasilkan oleh PT. Wismilak Inti Makmur
Setelah mengetahui profil perusahaan ini, maka kita akan mencoba menggali performansi yang telah dilakukan manajemen PT Wismilak dan bagaimana peluang perusahaan ini ditengah ketatnya persaingan industri rokok yang ada di nusantara.
Dunia usaha khususnya di bidang rokok, pada tahun 2013 menunjukkan perkembangan yang menyenangkan, terutama untuk PT Wismilak Inti Makmur. Perusahaan yang baru saja go publik pada tahun 2012 ini mencatat pertumbuhan laba bersih hampir 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut juga tercermin dalam perkembangan harga saham yang awalnya bernilai Rp 750 persaham di tahun 2012 menjadi Rp 820 persaham di akhir tahun 2013.
Perkembangan PT Wismilak Inti Makmur juga tercemin dalam berita Jakarta Post tanggal 01 April 2014, dimana pada kabar tersebut mencantumkan tabel perkembangan beberapa perusahaan rokok yang ada di Indonesia seperti yang ada di bawah ini.
Pada tabel di atas mungkin dapat kita kesampingkan terlebih dahulu mengenai perusahaan selain PT Wismilak Inti makmur. Dari ke-5 parameter yang menjadi kunci keadaan keuangan setiap perusahaan, PT Wismillak menunjukkan performa yang baik secara bertahap. Meskipun secara jumlah dan besaran pendapatan perusahaan ini masih jauh dari pada perusahaan yang lain, namun secara pertumbuhan PT Wismillak menunjukkan pertumbuhan yang significant terutama pada unsur revenue.
Selain pada poin besarnya pendapatan, unsur liabilitas (beban hutang) menjadi poin yang juga harus diperhatikan karena data menunjukkan bahwa dari ke-4 perusahaan tersebut hanya PT Wismilak yang nilainya berkurang. Berkurangnya nilai ini dapat menjadi nilai positif dan negatif terhadap performansi perusahaan. Nilai positif yang dapat diambil adalah berkurangnya hutang membuat kondisi keuangan perusahaan lebih sehat dan relatif aman terhadap goncangan lingkungan eksternal. Namun jika dilihat dari pesaing-pesaingnya, perusahaan ini harus lebih khawatir dikarenakan jika hutang perusahaan yang didapat digunakan untuk berinvestisai meningkatkan kapasitas produksi maka PT Wismillak harus bersiap-siap kehilangan presentase market share yang ada saat ini.
Menurut laporan tahunan 2014 PT Wismilak Inti Makmur menjelaskan bahwa pada tahun tersebut terjadi penurunan laba komprehensif sebesar 14,8% dari
Rp 132,4 miliar di tahun 2013 menjadi
Rp 112,7 miliar disebabkan penurunan
laba usaha sebesar Rp 17,9 miliar dan
kenaikan beban lain-lain sebesar Rp7,7
miliar diimbangi dengan penurunan pajak
penghasilan sebesar Rp5,6 miliar. Selain itu penurunan juga terjadi di nilai saham yang pada tahun 2013 senilai Rp 670,- persaham menjadi Rp 625 persaham dengan laba persaham tahun kemarin sebesar Rp 62,93 persaham menjadi Rp. 50,71 persaham di tahun 2014
Tabel pertumbuhan pendapatan, laba bruto dan laba komprehensif diatas menunjukkan implikasi akibat dari alasan yang saya sampaikan apda paragraf 8 postingan ini. Menurut saya, pertumbuhan pendapatan yang sangat minimal diakibatkan karena PT Wismillak terlalu bermain aman dengan tidak mengambil hutang sebagai upaya investasi meningkatkan kapasitas produksi di tahun 2013 lalu sehingga jumlah batang rokok yang terjual juga hampir tidak ada bedanya dengan tahun lalu. Tetapnya kapasitas produksi dan ditambah dengan naiknya pajak cukai yang ditentukan oleh pemerintah membuat laba perusahaan menjadi lebih berkurang sesuai dengan grafik laba komprehensif. Hal ini harus menjadi konsen dari manajemen PT Wismillak Inti Makmur agar bisa lebih survive menjadi perushaan yang dapat bersaing lebih banyak di industri rokok nasional. Berikut analisa kekurangan dan kelebihan dari PT Wismillak Inti Makmur.
- Kekurangan
- PT Wismillak Inti Makmur terlihat sedang mengamankan keadaan ekonomi perusahaan sehingga kapasitas produksi kurang dapat bersaing dengan pemain lain di industri ini
- Budaya konsumen rokok yang cenderung loyal terhadap sebuah merek dikarenakan kenyaman mereka menggunakan rokok tersebut, hal ini membuat PT Wismillak Inti Makmur kesulitan merebut market share yang ada di Indonesia
- Brand Image produk yang digambarkan dengan pemuda yang sukses dan kaya, dapat memberikan kesan bahwa perokok merek tersebut dapat menjadi sosok yang mapan dan kaya, padahal konsumen rokok di Indonesia mayoritas adalah orang dengan kemampuan ekonomi di bawah rata-rata dimana image "Pemberani dan Sejati" lebih menjual dari image kaya dan mapan
- Promosi dan iklan yang kuantitasnya masih kalah dibanding dengan pesaingnya
- Lokasi yang ada di tengah kota Surabaya membuat beban biaya pegawai lebih tinggi daripada pesaingnya dalam hal UMK (Upah Minimal Kerja) (Kediri dan Kudus). Hal ini akan mengurangi laba perusahaan karena dalam industri rokok biaya produksi sebuah rokok adalah sama, yang membedakan adalah biaya kepegawaian dan biaya overhead yang lain.
- Distribusi yang tidak merata sehingga banyak konsumen yang tidak terjangkau, hal ini juga dapat disebabkan oleh produksi rokok yang masih kecil
- Lokasi pabrik yang di ada di kota, terletak jauh dari sumber bahan material sehingga biaya produksi juga akan bertambah
- Keadaan industri rokok yang tidak stabil dikarenakan banyaknya tekanan dari berbagai pihak tentang akibat yang disebabkan oleh produk sebuah rokok
- Gaji yang ditawarkan oleh PT Wismillak Inti Makmur cenderung kecil dimana pada tahun 2012 seorang fresh graduate hanya diberikan gaji 2,5 jt (untuk bagian administrasi dan supervisor berkisar 2,2 - 5 juta http://www.qerja.com/perusahaan/gaji/wismilak-inti-makmur-tbk-pt), jauh dibandingkan dengan perusahaan rokok yang lain. Gaji yang tidak sebanding ini dapat mengakibatkan turn off yang tinggi di bidang kepegawaian
- Teknologi yang digunakan dan sistem operasional perusahaan masih tertinggal oleh para pesaingnya
- Kelebihan
- Keadaan keuangan yang baik dikarenakan PT Wismillak Inti Makmur tidak terlalu mengambil resiko dalam berinvestasi
- Konsumen rokok yang cenderung loyal sehingga market share dapat dipertahankan
- Segmentasi pabrik jelas dan hanya menuju pada jenis masyarakat tertentu
- Lokasi pabrik strategis di daerah kota besar (surabaya)
- Tren keuntungan yang positif pada setiap tahunnya
- Dll
Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa perusahaan ini masih memiliki banyak permasalahan yang perlu diselesaikan. Namun meskipun demikian, PT. Wissmilak Inti Makmur sudah berada dalam jalur yang benar sehingga kedepannya saya yakin perusahaan ini dapat bersaing dengan para kompetitornya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar